Ada Apa Dengan Musik di Soundcloud?

soundcloud music streaming

Buat musisi kreatif yang belum mendapat tempat di jalur ‘arus utama’ dalam mengkomersialkan kreatifitasnya, alias musisi yang belum masuk label atau masih bekerja secara independent, mengupload musik di soundcloud merupakan pilihan yang jauh dari kata keliru.

 



 

Dengan mengunggah musik ke soundcloud, musik kita bisa go international. Iya dong..?! Karena dengan upload di sana, musik kita bisa didengerin orang dari negara manapun.
Banyak musisi, penyanyi, music producer bahkan kreator audio yang tidak secara langsung membuat musik, mengawali karir mereka dengan platform yang usianya menginjak 10 tahun ini.

Kabar Buruk (Lagi) Dari Soundcloud..

Sayangnya, situs streaming asal Swedia ini belakangan tampak ‘ripuh’. Setelah mengalami krisis keuangan yang parah tahun kemarin – sampai kemudian diselamatkan oleh Temasek, soundcloud kini dihadapkan pada laporan bahwa mereka telah menurunkan kualitas audionya.

Hah?! Audio apa?

Jadi.. semua berawal dari sebuah laporan yang awalnya datang dari user soundcloud sendiri, yakni musisi yang memiliki nama Pigeons and Planes. Mereka menyebut bahwa kualitas musik mereka diturunkan oleh soundcloud, sehingga yang didengar oleh fansnya itu tidak sebagus kualitas asli yang mereka upload. Kabar ini kemudian banyak diberitakan oleh beberapa portal berita besar semisal Magneticmag bahkan sampai majalah Billboard.

Namun, pihak soundcloud langsung membantahnya dengan menyatakan bahwa mereka tidak pernah menurunkan kualitas audio yang diupload pengguna. Apa yang bisa kita dengar, menurut soundcloud, merupakan kualitas asli dari si pengunggahnya. Mereka juga menyatakan, bahwa sejak tahun 2016, mereka menggunakan codec Opus (bersama dengan yang lain) serta melakukan beberapa pengujian berbeda. Dan yang dituduhkan bahwa soundcloud sudah menurunkan 128 kbps MP3 menjadi 64 kbps Opus adalah bagian dari proses pengujian rutin tersebut.

Baca Juga :  Motion Grafis Shadow dance

Lantas, apa benar bahwa kualitas musik kita akan turun setelah diunggah di soundcloud? Kalaupun iya, sebenarnya ini wajar, mengingat unggahan video di facebook saja akan secara otomatis dikompresi.

Soundcloud Sebagai Galeri Online

Namun.. penghuni soundcloud kebanyakan adalah musisi idealis yang tidak mau karyanya diotak-atik. Mereka yang “hanya berkarir” di soundcloud, tentu berharap bahwa apa yang mereka buat harus tetap sama kualitasnya dengan apa yang fans mereka dengar. Meski mungkin menurut pendengaran awam hal ini nggak kentara, tapi biasanya, telinga orang yang mengerti nada akan jauh lebih sensitif dengan setiap detail perubahan.

Apapun itu, tentu kita berharap bahwa pelayanan soundcloud akan tetap sama seperti biasanya. Bagaimanapun, kita tetap membutuhkan situs ini, karena sebagai kreator kita bisa mempromosikan diri dan juga karya kita.. sementara buat penikmat, ini merupakan opsi untuk mendengarkan karya terbaik yang tidak ada di media mainstream.

Tinggalkan Balasan